 |
| Kotak Amalan Intropeksi Diri |
Setiap manusia selalu mempunyai kesempatan untuk melakukan hal kebaikan dan keburukan. Apa saja yang dikerjakan, telah dicatat oleh Malaikat Rakib dan Atib. Tapi, melalui tangan kreatif santriwati Pondok Pesantren Mudi Mesra Samalanga, Kabupaten Aceh Utara (Kini-Kabupaten Bireun), kotak amalan intropeksi diri tercipta. Kotak tersebut dipamerkan ketika Expo Pendidikan Aceh, sekaligus memperingati Hari Pendidikan Daerah Aceh ke-54 tahun 2013. Expo ini sudah berlangsung selama 3 hari, yakni 2-4 September.
Nah, sekarang bagaimana cara menggunakannya?
Untuk mengumpamakan kebaikan dan keburukan, coba perhatikan 2 kotak diatas yang bertuliskan bahasa arab. Perbuatan baik dituliskan dengan Khairun dan Perbuatan Buruk dituliskan dengan Syarrun. Selain itu, ada juga kotak yang berisikan kertas kosong. Kertas kosong untuk menuliskan perbuatan yang dilakukan. Jika perbuatan baik, kertas tersebut dimasukkan kedalam kotak kebaikan dan apabila berbuat keburukan dimasukkan kedalam kotak bertuliskan Syarrun. Untuk kotak keburukan, sengaja dibuat terbuka. Ini dimaksudkan, jika Allah masih menerima taubat bagi yang berbuat kesalahan.Melalui Kotak inilah, setidaknya bisa mengintropeksi diri sehingga bisa meminimalisir berbuat dosa.